Halonusantara.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda meminta Perumdam Tirta Kencana mempercepat perluasan layanan air bersih agar seluruh masyarakat dapat segera menikmati akses air layak. Target cakupan penuh yang sebelumnya diproyeksikan selesai pada 2029 dinilai masih bisa dipercepat apabila pembangunan infrastruktur dan distribusi dilakukan lebih maksimal.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengatakan saat ini cakupan layanan air bersih di Samarinda baru mencapai sekitar 84 persen. Menurutnya, masih ada peluang untuk menuntaskan pelayanan secara menyeluruh dalam waktu yang lebih cepat.
“Kalau percepatannya dimaksimalkan, target itu seharusnya bisa tercapai lebih cepat. Bahkan 2027 masih cukup realistis,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Ia menegaskan bahwa akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Namun berdasarkan hasil pemantauan DPRD, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum mendapatkan layanan optimal, khususnya kawasan pinggiran kota.
Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah kawasan Bendang di Kecamatan Samarinda Ulu. Warga di wilayah tersebut disebut masih mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih sehingga sebagian harus menggunakan sumber air alternatif.
Selain pemerataan distribusi, DPRD juga menyoroti sejumlah persoalan teknis di lapangan, termasuk jaringan pipa yang dinilai belum berfungsi maksimal meski instalasi telah tersedia.
“Jangan hanya fokus membangun jaringan pipa, tetapi pastikan air benar-benar mengalir dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Untuk mempercepat pelayanan, DPRD mendorong Perumdam melakukan evaluasi dan pemetaan ulang terhadap wilayah prioritas. Langkah itu dinilai penting agar pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru maupun perbaikan jaringan lama dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ronal juga mengingatkan agar pemanfaatan air dari lubang bekas tambang tidak dijadikan solusi permanen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, warga Samarinda berhak mendapatkan akses air bersih yang aman dan memenuhi standar kesehatan.
“Percepatan layanan air bersih bukan hanya soal target pemerintah, tetapi juga menyangkut pemerataan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (Eby/Adv)

