Halonusantara.id, Samarinda– Rencana pemindahan pelabuhan penumpang ke kawasan Palaran dinilai dapat menjadi momentum untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda. Keberadaan fasilitas transportasi tersebut diperkirakan akan meningkatkan mobilitas warga sekaligus membuka pasar baru bagi pelaku usaha.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, mengatakan peningkatan arus penumpang nantinya akan menciptakan kebutuhan terhadap berbagai layanan. Kondisi tersebut menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mengembangkan usaha.
“Kalau pelabuhan penumpang sudah beroperasi di Palaran, otomatis akan ada pergerakan orang yang lebih besar. Kondisi itu membuka peluang bagi UMKM dan pelaku usaha lainnya untuk berkembang,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, dampak dari relokasi tidak hanya berkaitan dengan sektor transportasi. Bertambahnya aktivitas di kawasan pelabuhan berpotensi mendorong pertumbuhan usaha kuliner, perdagangan, penginapan, jasa transportasi, hingga sektor informal.
Jasno menilai Palaran memiliki sejumlah keunggulan untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi baru. Selain lokasinya yang relatif strategis, perkembangan infrastruktur di wilayah tersebut juga menjadi faktor pendukung untuk menunjang aktivitas pelabuhan dan masyarakat.
“Perputaran ekonomi tentu akan ikut meningkat. Bukan hanya UMKM yang memperoleh manfaat, tetapi juga usaha jasa dan sektor pendukung lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, gagasan pemindahan pelabuhan penumpang ke Palaran sebenarnya telah lama dibahas. Namun, realisasinya masih membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk penyelesaian berbagai aspek teknis maupun pembiayaan.
Di sisi lain, perkembangan infrastruktur di Palaran dinilai semakin memberikan dukungan terhadap rencana tersebut. Keberadaan jalan tol, akses transportasi, serta kawasan logistik menjadi modal yang dapat memperkuat konektivitas apabila pelabuhan penumpang nantinya benar-benar dipindahkan.
“Dengan dukungan infrastruktur yang ada sekarang, saya optimistis Palaran memiliki peluang besar berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Samarinda,” jelasnya.
DPRD Samarinda pun mendorong agar berbagai tahapan yang masih menjadi kendala dapat segera diselesaikan. Menurut Jasno, kepastian pembangunan dibutuhkan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat mempersiapkan diri menyambut perubahan aktivitas ekonomi di kawasan Palaran.
Ia berharap relokasi tersebut tidak sekadar memindahkan pusat aktivitas penumpang, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan wilayah. Jika dikelola dengan baik, keberadaan pelabuhan di Palaran diyakini dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap prosesnya bisa segera terealisasi. Yang paling penting, ketika pelabuhan mulai beroperasi, masyarakat sekitar harus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang muncul,” pungkas Jasno. (Eby/Adv)

