Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan penanganan bertahap bagi warga terdampak kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.
Upaya tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan mendesak hingga rencana pemulihan jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi korban dan mengidentifikasi kebutuhan penanganan.
Berdasarkan data yang disampaikan, kebakaran tersebut berdampak pada 11 rumah dengan total 15 kepala keluarga (KK).
“Kami dari pemerintah daerah hadir di sini untuk meringankan beban korban yang terkena musibah kebakaran, melihat langsung situasi dan kondisi yang ada, serta merencanakan penanganan agar ke depan bisa lebih cepat ketika terjadi musibah serupa,” ujar Aulia saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Kartini, Tenggarong, Minggu (18/10/2026).
Menurut Aulia, penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai tugas dan kewenangannya.
Dalam jangka pendek, pemerintah berupaya membantu warga memulihkan kondisi agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, Pemkab Kukar akan mengupayakan penataan serta pembangunan kembali dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk mekanisme dan kewenangan daerah dalam memberikan bantuan pembiayaan kepada korban.
Aulia mengatakan pihaknya juga telah berdiskusi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar untuk membahas langkah penanganan kebakaran dan perbaikan kesiapsiagaan ke depan.
Selain penanganan korban, pemerintah daerah turut merencanakan penguatan upaya pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar untuk menyampaikan imbauan keselamatan melalui pengeras suara masjid dan langgar setiap waktu salat.
“Kemungkinan kita akan bekerja sama dengan DMI untuk memberikan imbauan kepada langgar dan masjid setiap kali salat lima waktu. Pengumuman itu untuk mengingatkan seluruh warga agar mematikan kompor, kemudian mematikan listrik ketika bepergian pada malam hari, serta memastikan tidak ada colokan yang masih terpasang,” jelasnya.
Melalui penanganan korban dan penguatan pencegahan, Bupati berharap pemulihan warga terdampak dapat berjalan dengan baik sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi risiko kebakaran. (HB/ADV)

