Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Fatlon Nisa: Kenaikan Iuran BPJS 2026 Bisa Bebani Masyarakat
    Advertorial

    Fatlon Nisa: Kenaikan Iuran BPJS 2026 Bisa Bebani Masyarakat

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraAgustus 30, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Fatlon Nisa. (Hf)

    Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 2026 mulai menimbulkan reaksi dari wakil rakyat di Kutai Kartanegara (Kukar).

    Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Hj Fatlon Nisa, menilai kebijakan itu justru berpotensi menambah beban masyarakat.

    Menurutnya, situasi ekonomi saat ini masih jauh dari stabil. Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah di berbagai sektor dinilai berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat.

    Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tentu akan semakin berat jika harus menanggung kenaikan iuran BPJS.

    “Kita melihat kondisi keuangan saat ini terjadi efisiensi di seluruh Indonesia. Ini juga berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat,” ujar Fatlon saat ditemui di Tenggarong, Sabtu (30/8/2025).

    Ia menegaskan, rencana kebijakan tersebut harus melalui kajian mendalam terlebih dahulu. Jangan sampai keputusan yang diambil pemerintah pusat menambah tekanan ekonomi, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.

    “Kalau rencana itu disetujui maka beban masyarakat akan bertambah. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru memberatkan,” imbuhnya.

    Fatlon mengingatkan bahwa kehadiran BPJS sejatinya bertujuan meringankan biaya kesehatan, bukan sebaliknya.

    Oleh karena itu, pemerintah diminta lebih berhati-hati sebelum menetapkan kenaikan iuran.

    Selain itu, ia juga menekankan agar pemerintah pusat tidak hanya berfokus pada aspek keuangan semata.

    Kepentingan masyarakat harus tetap menjadi dasar dalam setiap keputusan, apalagi menyangkut layanan kesehatan yang bersifat mendasar.

    “BPJS ini kan menyangkut kebutuhan dasar. Kalau tarif naik, bisa saja sebagian masyarakat menunggak atau bahkan tidak sanggup lagi menjadi peserta,” katanya.

    Fatlon berharap, pemerintah pusat membuka ruang dialog lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk DPRD di daerah, sebelum kebijakan itu benar-benar diputuskan. Dengan begitu, keputusan yang lahir akan lebih tepat sasaran.

    Menurutnya, keberhasilan program jaminan kesehatan tidak hanya diukur dari keberlangsungan sistem keuangan, melainkan juga dari sejauh mana masyarakat merasa terbantu. (Hf/Adv)

    Dprd Kutai Kartanegara Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,906 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.