Halonusantara.id, KUTAI KARTANEGARA – DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas langkah penanganan kasus dugaan pencabulan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang. Setelah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (19/8/2025), DPRD memastikan akan melibatkan psikiater dan psikolog dalam pendampingan korban sekaligus melakukan screening terhadap seluruh santri.
Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menyebutkan rencana awal pekan depan pihaknya akan mengundang psikiater dari RS AM Parikesit. Seluruh anak didik pondok pesantren tempat kasus terjadi, termasuk para alumni, akan dipanggil untuk menjalani konseling dan pemeriksaan psikologis.
“Informasi dari Kemenag, ada sekitar 400 anak didik. Semua akan dipanggil, termasuk alumni. Dari laporan TRC dan Polres, terindikasi juga ada korban perempuan,” ungkapnya.
Ia menegaskan DPRD tidak main-main dalam penanganan kasus ini. Tim khusus yang dibentuk akan melibatkan psikiater, psikolog, hingga lembaga perlindungan anak. Penanganan juga diperluas ke pondok lain yang dilaporkan memiliki kasus serupa.
“Tim ini tidak hanya bekerja di pondok pesantren tersebut, tapi juga di beberapa pondok lain yang ada laporan. Ini menyangkut masa depan Kukar, sehingga semua dilakukan secara terbuka dan transparan,” tegasnya.
Menurut Andi Faisal, kasus serupa bukan kali pertama terjadi di Kukar. Karena itu, diperlukan langkah jangka panjang untuk mencegah kejadian berulang.
Tim ad hoc yang dibentuk DPRD nantinya juga akan melakukan screening ke seluruh sekolah berasrama, termasuk SMA, SMK, hingga sekolah Islam terpadu.
“Tidak hanya pondok pesantren, tapi juga sekolah-sekolah boarding lainnya. Semua akan discreening,” pungkasnya. (Hf/Adv)

