Halonusantara.id, KUTAI KARTANEGARA – Warga Dusun Harapan Jaya, Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, masih menghadapi persoalan mendasar dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Meski jaringan listrik PLN sudah masuk beberapa tahun terakhir, masyarakat kini dihadapkan pada masalah ketersediaan air bersih dan fasilitas pendidikan.
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Dapil II, Muhammad Idham, menyebut air bersih menjadi keluhan utama warga. Ia mengatakan sempat ada bantuan dari TNI, namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan harian masyarakat.
“Air bersih ini kebutuhan paling mendesak. Saya sudah mengusulkan ke Dinas Perkim agar jaringan air dari Jahab bisa disambungkan ke Harapan Jaya. Harapannya bisa segera terealisasi, karena sampai sekarang belum juga terpenuhi,” ungkap Idham, Rabu (20/8/2025).
Selain air, persoalan pendidikan juga menjadi perhatian. Sekolah di dusun tersebut masih berupa bangunan lama, bahkan PAUD dan TK harus menumpang di balai desa. Upaya warga membangun ruang kelas baru belum rampung karena keterbatasan anggaran.
“Desa sebenarnya sudah mulai membangun ruang kelas, tapi belum selesai. Warga berharap ada dukungan dari pemerintah maupun melalui pokok pikiran (pokir) dewan,” tambahnya.
Idham menargetkan pembangunan sekolah bisa selesai sebelum 2026 sehingga anak-anak Harapan Jaya dapat belajar dengan fasilitas lebih layak. Menurutnya, pendidikan dan air bersih bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi muda.
“Kalau anak-anak belajar di ruang yang baik, dengan fasilitas yang cukup, tentu kualitas pendidikan mereka juga meningkat. Begitu juga air bersih, ini hak dasar masyarakat yang wajib kita perjuangkan,” tegasnya.
Masyarakat Harapan Jaya pun menaruh harapan besar agar aspirasi mereka segera diwujudkan. DPRD Kukar berkomitmen menjadi jembatan agar kebutuhan warga masuk dalam prioritas pembangunan daerah. (Hf/Adv)

