Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027.
Fasilitas yang dibangun PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) tersebut menelan anggaran sekitar Rp6 miliar. Kehadirannya diharapkan memudahkan nelayan memperoleh bahan bakar untuk menunjang aktivitas melaut.
Direktur Utama PT MGRM, Efri Novianto, mengatakan proses perizinan pembangunan SPBN telah diselesaikan melalui Pertamina Patra Niaga sekitar satu hingga dua minggu sebelumnya.
Dengan selesainya perizinan, pembangunan kini berfokus pada pengerjaan fisik. Efri memperkirakan progres pekerjaan telah mencapai 10 hingga 20 persen.
“Kalau secara progres, hitungan kami mungkin 10 sampai 20 persen. Target kami tahun ini selesai pembangunan fisik, Januari 2027 sudah bisa beroperasi,” jelas Efri usai Syukuran HUT PT MGRM ke-8 pada Senin (26/10/2026).
Ia mengatakan, lahan pembangunan telah tersedia. PT MGRM juga telah memesan dua unit tangki berkapasitas masing-masing 15 kiloliter yang saat ini masih dalam proses pengiriman.
Efri menjelaskan, pembangunan SPBN membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan administrasi dan perizinan.
Prosesnya mencakup pendataan nelayan, kepemilikan pas kecil kapal, pendataan melalui instansi terkait, hingga penerbitan rekomendasi Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelum pengajuan ke Pertamina Patra Niaga.
Selain itu, terdapat persyaratan dokumen kesesuaian pemanfaatan ruang, perizinan lingkungan, dan persetujuan pembangunan yang harus dipenuhi sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pembangunan SPBN di Anggana merupakan salah satu penugasan pemerintah daerah kepada PT MGRM. Fasilitas serupa juga direncanakan di wilayah hulu Kukar.
Aulia berharap pembangunan SPBN Anggana segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan oleh nelayan di kawasan pesisir.
“Kita berharap dalam waktu tidak lama akan selesai sehingga bisa dimanfaatkan oleh kawan-kawan nelayan yang ada di Anggana,” ujarnya.
Menurut Aulia, keberadaan SPBN di kawasan pesisir penting untuk mendukung aktivitas perikanan. Akses bahan bakar yang lebih mudah diharapkan membantu nelayan memenuhi kebutuhan operasional saat melaut.
Melalui pembangunan fasilitas tersebut, PT MGRM diharapkan dapat mendukung kebutuhan nelayan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Kukar. (HB/ADV)

