Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyediakan program stimulus untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif serta pegiat seni dan budaya. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenis kegiatan dan festival yang diajukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan stimulus tersebut tidak memiliki nominal tetap bagi setiap kelompok. Dukungan diberikan berdasarkan bentuk kegiatan yang dinilai memenuhi kriteria.
“Untuk stimulus bagi pelaku ekonomi kreatif dan pegiat seni budaya, programnya memang sudah ada. Namun, bantuan tersebut tidak diberikan dengan nominal yang sama untuk setiap kelompok,” ujarnya saat dihubungi, Senin (26/10/2026).
Menurut Awang, mekanisme ini berbeda dengan program bantuan yang menetapkan nominal tertentu untuk setiap rukun tetangga (RT) atau kelompok masyarakat. Stimulus Dispar lebih diarahkan pada kegiatan yang mendukung pengembangan pariwisata daerah.
Sejumlah kegiatan yang telah menerima dukungan tersebut antara lain Pesta Laut, Erau Namang, dan Reggae Pesisir. Sementara itu, kelompok ekonomi kreatif yang mengajukan bantuan secara khusus harus melalui proses verifikasi untuk menilai kelayakan penerima.
Awang memperkirakan jumlah pelaku ekonomi kreatif di Kukar mencapai ribuan orang. Potensi tersebut turut didukung perkembangan subsektor ekonomi kreatif yang kini bertambah dari 17 menjadi 21 subsektor.
“Perkembangan ini membuka peluang bagi beragam bidang usaha dan komunitas untuk tumbuh di Kukar,” ucapnya.
Salah satu bidang yang ikut berkembang adalah modifikasi kendaraan, termasuk sepeda motor. Aktivitas tersebut terlihat dalam kegiatan Reggae Pesisir yang menghadirkan pameran motor modifikasi.
Ia menjelaskan, perkembangan subsektor ekonomi kreatif dapat mendorong tumbuhnya komunitas dan pelaku usaha baru. Kegiatan mereka juga berpotensi menjadi daya tarik wisata melalui penyelenggaraan festival dan agenda kreatif.
Melalui program stimulus tersebut, Dispar Kukar berharap pelaku ekonomi kreatif serta pegiat seni dan budaya dapat terus berkembang sekaligus berkontribusi terhadap sektor pariwisata daerah. (HB/ADV)

