Halonusantara.id, KUTAI KARTANEGARA – Warga Dusun Harapan Jaya, Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, masih menghadapi berbagai persoalan dasar. Selain masalah air bersih dan pendidikan, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan sarana pertanian.
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Dapil II, Muhammad Idham, mengatakan air bersih menjadi keluhan utama warga. Ia menyebut sempat ada bantuan dari TNI, namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan harian.
“Air bersih ini kebutuhan paling mendesak. Saya sudah mengusulkan ke Dinas Perkim agar jaringan air dari Jahab bisa disambungkan ke Harapan Jaya. Harapannya bisa segera terealisasi, karena sampai sekarang belum juga terpenuhi,” ungkap Idham, Rabu (20/8/2025).
Selain itu, fasilitas pendidikan di Harapan Jaya juga masih terbatas. Sekolah yang ada merupakan bangunan lama, bahkan PAUD dan TK harus menumpang di balai desa. Upaya warga membangun ruang kelas baru pun belum rampung.
“Desa sebenarnya sudah mulai membangun ruang kelas, tapi belum selesai. Warga berharap ada dukungan dari pemerintah maupun melalui pokok pikiran (pokir) dewan,” jelasnya.
Tak hanya itu, mayoritas warga yang menggantungkan hidup dari perkebunan jagung dan buah naga juga mengeluhkan keterbatasan pupuk dan alat pertanian.
“Kebutuhan pupuk dan peralatan memang mendesak. Saya menerima langsung aspirasi itu dan mudah-mudahan bisa kami akomodir melalui pokir atau koordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.
Idham menegaskan pertanian adalah tulang punggung ekonomi pedesaan, sehingga pemerintah harus berpihak pada petani kecil. Dukungan DPRD, kata dia, bukan hanya pada pengadaan sarana produksi, tetapi juga dalam mendorong akses pasar yang lebih luas.
“Kalau pertanian lancar, hasilnya juga meningkat. Ini akan berpengaruh langsung pada kesejahteraan keluarga. Kita ingin pertanian di Harapan Jaya tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang. Ini bagian dari upaya kita mengurangi kesenjangan antarwilayah,” pungkasnya. (Hf/Adv)

