Halonusantara.id, KUTAI KARTANEGARA – Wilayah Loa Raya menjadi perhatian Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Muhammad Idham. Dalam kunjungannya menyerap aspirasi masyarakat, ia menemukan sejumlah persoalan yang masih membebani warga, mulai dari sektor ekonomi hingga fasilitas ibadah.
Idham menyebut banyak warga Loa Raya yang memiliki keramba untuk budidaya ikan. Namun, permasalahan utama yang mereka hadapi adalah sulitnya memasarkan hasil panen.
“Produksi ikan cukup banyak, tapi kalau pemasarannya sulit, tentu pendapatan mereka juga terbatas,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal itu, Idham berjanji akan memfasilitasi aspirasi warga dengan melibatkan instansi terkait, sehingga hasil budidaya keramba tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain masalah ekonomi, warga juga mengeluhkan kondisi rumah ibadah, terutama musala, yang masih banyak membutuhkan perbaikan. Beberapa musala disebut sudah tidak layak dan memerlukan perhatian pemerintah.
“Untuk musala, saya sarankan agar warga membentuk yayasan. Dengan adanya yayasan, bantuan akan lebih mudah masuk, termasuk melalui pokir dewan yang bisa dialokasikan Rp75–100 juta,” jelasnya.
Menurut Idham, rumah ibadah yang layak sangat penting, karena selain sebagai tempat beribadah, musala juga menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat.
“Kalau fasilitas ibadah baik, tentu semangat warga untuk beribadah dan berkegiatan sosial juga meningkat. Ini akan memperkuat ikatan sosial di masyarakat,” tambahnya.
Ia menilai aspirasi masyarakat Loa Raya sangat realistis dan bisa diperjuangkan secara bertahap. DPRD Kukar, kata Idham, siap menjadi jembatan agar kebutuhan warga, baik di sektor ekonomi perikanan maupun pembangunan fasilitas keagamaan, dapat terealisasi. (Hf/Adv)

